musick


dj nildo

alkitab

Minggu, 21 Oktober 2012

Pentingnya Kematian Dalam Adat Batak. Salah satu keistimewaan masyarakat didunia timur adalah terletak pada berbagai adat istiadat dan kebudayaan yang dimilikinya. Termasuk Indonesia, khususnya  suku Batak. Selalu ada upacara adat,mulai dari masa mengandung (kehamilan), kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Didalam ilmu antropologi upacara-upacara di sepanjang lingkaran hidup itu disebut dengan istilah Rite de Passages, atau Life Circle Rites.

Setiap memasuki face kehidupan yang baru, selalu ditandai dengan pelaksanaan upacara adat. Dipercaya, bahwa prosesi adat tertentu akan memberikan berkat dan restu bagi mereka yang melangsungkannya.

Beberapa prosesi adat yang dikenal dan sering dilakukan oleh masyarakat Batak (dalam hal ini suku Batak Toba) diantaranya Manganje(Masa Kehamilan), Mangharoan (kelahiran), Martutu Aek dohot Mampe Goar (Pemandian dan Pemberian Nama), Marhajabuan (menikah), Mangompoi Jabu (Memasuki Rumah Baru), Manulangi (Menyuapi/Memberi Makanan), Hamatean (Kematian), Mangongkal Holi (menggali Tulang-Belulang), dan masih banyak lagi.

Sebutan ini berbeda-beda pada masyarakat suku Batak lainnya, Seperti Batak Karo, Simalungun, Mandailing, Angkola, dan Pakpak.

Dalam suku Batak, keseluruhan upacara adat itu sama pentingnya. Mulai dari kelahiran hingga kematian. Suku Batak dikenal sebagai suku yang sangat menghormati arwah para leluhurnya. Salah satunya, diwujudkan dengan melakukan prosesi adat kematian.

Upacara pemakaman dilakukan sesuai dengan klasifikasi orang yang meninggal. Pada masyarakat Toba, dikenal dalam beberapa tingkat kematian. Dari yang terendah. Mate di Bortian (Meninggal dalam kandungan), Mate Poso-poso (Meninggal saat Bayi), Mate Dakdanak (Meninggal saat kanak-kanak), Mate Bulung (meninggal Saat Remaja), Mate Pupur/Mate Ponggol (meninggal dewasa tapi belum menikah), Mate Punu/ Mate di Paralang-alangan (meninggal sesudah menikah, tapi belum/ tidak punya anak),
Mate Mangkar (Meninggal dengan meninggalkan anak yang masih kecil-kecil),
Mate Hatungganeon (Meninggal ketika telah memiliki anak-anak yang sudah dewasa, bahkan sudah ada yang menikah, namun belum memiliki cucu), Mate Sarimatua (Meninggal ketika sudah mempunyai cucu, tetapi masih ada anaknya yang belum menikah), Mate Saurmatua (meninggal setelah semua anak menikah dan mempunyai cucu), Mate Mauli Bulung (meninggal ketika semua anak-anaknya telah berumah tangga, dan tidak hanya memberikan cucu, bahkan cicit dari anaknya laki-laki dan dari anaknya perempuan.

Upacara adat untuk Mate Poso-poso hingga Mate Purpur/Mate Ponggol, keseluruhan kematian tersebut mendapat perlakuan adat yang seadanya. Jenajahnya ditutupi selembar ulos (kain tenunan khas masyarakat Batak) sebelum dikuburkan. Ulos penutup jenajah untuk Mate Poso-poso berasal dari orangtuanya, sedangkan untuk Mate Dakdanak dan Mate Bulung, Ulos diberikan oleh Tulang (saudara laki-laki Ibu).

Upacara kematian untuk yang Mate Punu/ Mate di Paralang-alangan hingga Mate Mauli Bulung, akan dilakukan dengan pesta besar selama berhari-hari. Lengkap dengan lantunan musik dan lagu-lagu gembira, karena hidup orang tersubut telah dianggap sempurna.

Pentingnya Kematian Dalam Adat Batak karena mereka meyakini, orang yang telah meninggal dan pergi ke alam baka, harus dilepas dengan penuh kasih sebagai ungakapan penghormatan terakhir. Diantarkan dengan berbagai ritual dan komponen adat Dalihan Na Tolu (Hula-hula, Dongan Tubu, Boru).

Berbeda halnya dengan suku Batak Angkola, Mandailing, yang menganggap bahwa setiap kematian adalah duka mendalam (Siluluton). Tradisi yang berlaku dalam prosesi kematian dan pelepasan jenazah lebih didominasi upacara keagamaan daripada adat istiadat. Jenazah harus disemayamkan paling lama satu hari setelah wafat, selanjutnya harus segera dikebumikan. Mereka tidak memandang tingkatan kematian, melainkan kehadiran anggota keluarga saja.

0 komentar:

sasuke


mouse

Subscribe Admin


terjemahan

EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

SKIN

Ganti Backgroundnya Kalo Bosen


yahoo

mailonpix.com

visitors

free counters

ip addreas

IP

CLOCK

my friends

Pengikut

daniel. Diberdayakan oleh Blogger.

rank

share

 

dang hu boto

no copas

Copyright© 2013 ™ † DANIEL VICTOR SARAGI † ™ | Template Blogger Designer by : DANIEL VICTOR SARAGI AND EVI JULIANA TAMPUBOLON' |
Template Name | SIDABALOK AND TAMPUBOLON : Version 1.0 | Open new Daily